Latar Belakang

logo-siddhi-200x200Dengan semakin berkembangnya agama Buddha di Indonesia, maka semakin banyak pula kaum intelektual (sarjana dan professional) yang memeluk agama Buddha. Dan sejak dahulu sudah ada pemikiran untuk membentuk organisasi yang dapat menampung kaum intelektual tersebut untuk bersama-sama berkarya bagi komunitas Buddhis pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.

Pada tanggal 27 Desember 1996, SEKBER PMVBI (Sekretariat Bersama Persaudaraan Muda – Mudi Vihara – Vihara Buddhayana Indonesia) melalui Musyawarah Nasional VII di Yogyakarta membentuk FKSBI (Forum Komunikasi Sarjana Buddhis Indonesia) yang pada waktu itu masih merupakan salah satu wadah fungsional SEKBER PMVBI.

Pada tanggal 27 Desember 2002, SEKBER PMVBI melalui Musyawarah Nasional X di Sibolangit, Sumatera Utara melepas FKSBI menjadi organisasi yang berdiri sendiri di luar SEKBER PMVBI.

Pada tanggal 28 Oktober 2003, MBI (Majelis Buddhayana Indonesia) melalui Musyawarah Nasional VII di Surabaya menyetujui untuk merubah nama FKSBI menjadi ISBI (Ikatan Sarjana Buddhis Indonesia). Sampai akhir tahun 2005 ISBI yang masih tetap aktif dan eksis adalah ISBI di Sumatera Utara.

Sementara itu di Jakarta muncul keinginan serupa untuk membentuk organisasi sarjana dan profesional Buddhis Indonesia. Hal itu berawal dari pertemuan para mantan aktivis dari seluruh Indonesia yang berdomisili di Jakarta, muncul keprihatinan bersama melihat kurangnya wadah bagi para mantan aktivis maupun umat Buddha pada usia kerja (profesional), yang disadari memiliki potensi yang sangat besar bila dapat dihimpun dan disatukan secara maksimal, yang dapat berfungsi sebagai kekuatan pendorong bagi perkembangan agama Buddha. Setelah beberapa kali pertemuan, muncul komitmen bersama dari para aktivis yng menduduki beragam profesi dan usaha untuk membentuk PROMABI (Profesional Muda Buddhis Indonesia), pada tanggal 13 Oktober 2002.

Di Surabaya, berawal dari bertemunya beberapa pengusaha Buddhis yang peduli dengan kondisi dunia usaha, perkembangan agama Buddha dan komunitas Buddhis masa kini, maka mereka sepakat untuk membentuk SIDDHI (Profesional Buddhist Fellowship) pada tanggal 28 Juni 2003, yang merupakan wadah perhimpunan para profesional, eksekutif dan pengusaha yang bersimpati pada sifat-sifat luhur Buddha dharma dan berusaha meneladani pelayanan dan pengabdian Buddha Gautama dalam kehidupan sehari-harinya sehingga terwujud suatu tatanan kehidupan masyarakat yang mandiri, beretika, harmonis, damai, bahagia, sejahtera dan bijaksana.

Ketiga organisasi ini berjalan dengan program kerja dan daerah kerja mereka masing-masing.

Melihat ini MBI berusaha untuk menyatukan organisasi-organisasi yang hampir sama tujuannya tersebut untuk bergabung di satu wadah secara nasional, karena akan mempunyai kekuatan yang lebih besar.

Maka pada tanggal 29 – 31 Desember 2005 diadakan kongres I sarjana dan profesional Buddhis Indonesia di Bandung. Kongres yang dihadiri oleh wakil ketiga organisasi tersebut serta beberapa utusan dari MBI daerah lainnya, pada tanggal 30 Desember 2005, sepakat untuk membentuk organisasi sarjana dan profesional Buddhis Indonesia secara nasional dan sepakat juga untuk memakai nama SIDDHI secara Nasional.

2 Comments

  • Husin

    May 21, 2016

    Namo budaya, Saya seorang pengusaha garment, bagaimana cara jadi anggota Siddhi. Saya tinggal di Jak bar. Terima kasih Husin

  • siddhi

    Jun 19, 2016

    Bro Husin untuk bergabung di SIDDHI bisa langsung datang ke jl. muwardi 1 no.7 Grogol Jakarta Barat. atau menghubungi WA 085711889789. Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>