Berdamai Dengan Stress

Stress  adalah reaksi psikis yang timbul akibat adanya tekanan, baik dari dalam maupun dari luar.

Jika dibiarkan stress ini dapat berakibat terhadap fisik,  mental, dan  sosial.

  • Pengaruh fisik, tubuh kurus atau gemuk, raut muka, mata , tubuh mudah capek dll.
  • Pengaruh mental, semua yang berkaitan dengan emosi (perasaan was-was, sedih, marah, kesal ,frustasi, perasaan tertekan dll).
  • Pengaruh sosial, mudah curiga dengan orang , minder sehingga menarik diri dari pergaulan.

Bagaimana cara kita berdamai dengan stress?

Untuk bisa berdamai dengan stres maka kita harus tahu dulu apakah penyebab stress itu?

Berikut ini faktor penyebab stress

Faktor Internal

Penyesalan dan Ketakutan

Seperti yang dikatakan oleh Sister Chan Kong pada waktu retreat tahun 2009 lalu yang menganjurkan kita untuk hidup pada masa kini bukan pada masa lalu maupun masa depan (live at present moment, not in the past and not ini the future).

Penyebab

Karena apa yang terjadi hari ini adalah akibat dari semua yang kita lakukan di  masa lalu, dan masa lalu tidak bisa kita ubah karena sudah berlalu, yang bisa kita ambil hikmahnya dari masa lalu yaitu jadikan masa lalu sebagai pengalaman, jangan lakukan lagi hal-hal buruk yang pernah kita lakukan dan perbanyak serta tingkatkan hal-hal baik yang pernah kita lakukan. Jadi  jika kita terus menerus meyesali masa lalu maka tidak akan memberi manfaat bagi kita, malah hanya akan menjadi beban kita dalam menjalankan kehidupan selanjutnya.

Sebaliknya apa yang harus kita khawatirkan dengan masa depan kita, karena hal-hal tersebut belum terjadi. Hal yang perlu kita lakukan dengan masa depan adalah membuat tujuan yang akan kita capai dan buat langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut dan lakukan itu dalam kehidupan kita sekarang ini, karena apa yang kita lakukan masa kini itulah yang akan menjadi masa depan kita nanti. Jadi untuk apa kita khawatir dan cemas dengan masa depan  yang belum terjadi, seperti yang dikatakan oleh Ajahn Bram dalam seminarnya yaitu good or bad who knows?

Membandingkan Dengan Orang Lain

Penyebab stress yang lain adalah  membandingkan dengan orang lain. Penyebabnya adalah munculnya keserakahan.

Keserakahan membuat orang selalu merasa kurang puas dengan apa yang dimiliki, walaupun sudah memiliki materi yang melimpah, karier yang bagus, usaha yang bagus , suami/istri yang baik, tetapi tetap merasa kurang karena membandingkan dengan orang lain yang mempunyai hal-hal yang lebih dari yang dia miliki.

Untuk mengatasi hal ini kita harus melatih diri untuk selalu puas diri dan bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki.

Perubahan

Banyak orang stres karena tidak siap dalam menghadapi perubahan, seperti menghadapi  sakit , tua dan mati, tubuh yang sebelumnya sehat tiba-tiba menjadi sakit, juga dalam menghadapi proses penuaan, dimana tubuh yang tadinya kuat pelan-pelan menjadi lemah, fungsi tubuh yang tadinya optimal pelan-pelan semakin berkurang, kulit yang tadinya kencang pelan-pelan menjadi keriput, terlebih lagi dalam menghadapi kematian, banyak sekali orang yang tidak siap, baik dalam menghadapi kematian orang-orang di lingkungan terdekatnya maupun kematian yang akan menimpa diri mereka sendiri.

Untuk itu kita perlu melatih diri kita untuk belajar menerima perubahan dan melatihnya dalam kehidupan kita sehari-hari , dengan menyadari kenyataan bahwa segala sesuatu di dunia ini tidak kekal dan selalu berubah.

Di dalam Dharma kita sudah diajarkan tentang Tilakkhana atau tiga corak umum yaitu : dukkha, anatta, anicca (derita, tanpa aku dan ketidakkekalan), dengan mengerti tiga corak umum ini kita akan dapat menjalankan kehidupan dengan lebih baik.

Kegagalan

Banyak orang stres karena tidak siap dalam menghadapi kegagalan.

Apa dimaksud dengan gagal?

Umumnya gagal didefinisikan orang , jika tidak dapat mencapai target atau tujuan yang telah ditetapkan.

Bolehkan kita mempunyai target atau tujuan atau cita-cita dalam hidup kita?

Boleh, karena dengan membuat tujuan/cita-cita/target dalam kehidupan kita memberi arah kemana kita akan melangkah dalam menjalani hidup kita  tapi kita harus siap jika target/tujuan /cita-cita itu tidak tercapai.

Dengan melatih mental kita untuk siap dalam menghadapi kegagalan maka kita tidak akan mengalami stress .

Bagaimana cara kita menghadapi kegagalan?

Sama seperti kita menghadapi masalah , sebaiknya kita mengidentifikasi kegagalan tersebut, mencari sebabnya dan mencari jalan untuk mengatasi kegagalan tersebut. Jika kita sudah melakukan yang terbaik  untuk mencapai tujuan tersebut tetapi tetap tidak tercapai maka kita harus belajar untuk menerimanya, tetapi  jika kita belum melakukan yang terbaik dan kita masih punya kesempatan/waktu untuk memperbaikinya maka kita harus memperbaikinya  tetapi jika kita sudah tidak punya kesempatan/waktu untuk memperbaikinya, maka jadikan ini pelajaran dan pengalaman untuk mencapai target/tujuan yang lain, jangan disesali.

Faktor Eksternal

Faktor eksternal yang dapat mengakibatkan stress adalah :

Hubungan interpersonal

Hubungan interpersonal ini dapat berupa hubungan antara ibu dan anak, ayah dan anak, suami dan istri, maupun hubungan      dengan anggota keluarga yang lain tetapi dapat juga berupa hubungan antara karyawan dan atasan atau sesama  rekan kerja ataupun hubungan antar personal lain.

Hubungan interpersonal yang kurang baik dapat menyebabkan seseorang menjadi stress, seperti pimpinan yang terlalu menuntut ke sempurnaan , atau menghadapi anak yang nakal, suami/istri yang kurang pengertian dll.

Untuk mengatasi hal ini kita harus melakukan hal yang sama , identifikasi, cari sebabnya, akhir dari masalah dan cara mengakhiri masalah tersebut.

Jika kita sudah melakukan yang terbaik dan tetap tidak bisa mengakhir masalah kita harus belajar untuk menerima, tetapi jika belum maksimal kita harus coba lagi.

Faktor Alam

Faktor alam disini adalah Seperti gempa bumi, banjir, dll.  Untuk mengatasi faktor ini, maka kita harus berkontribusi  terhadap upaya melestarikan alam, dengan tidak membuang sampah sembarangan, dengan melakukan penghematan energi, dll.

Perlukah kita takut dengan stress?

Sebagai manusia yang masih terikat keduniawian kita pasti pernah mengalami stress. Jika kita menyadari bahwa setiap manusia pasti pernah mengalami stress untuk apa kita takut dengan stress, yang perlu kita lakukan adalah bagaimana kita bisa mengendalikan stress itu sehingga bisa menjadi hal positif dalam kehidupan kita, bagaimana kita menjadi kan stress sebagai sarana latihan dan menempa diri kita supaya kita lebih kuat dalam menghadapi kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>