Wirausahawan

Membangun sebuah kehidupan dapat dianalogikan seperti membangun sebuah rumah , dimana kita harus membangun pondasi yang kuat supaya rumah tersebut tidak roboh apabila mengalami goncangan. Pondasi kehidupan yang harus kita persiapkan adalah pondasi intelektual, keuangan, kesehatan, spiritual dan sosial. Dengan mempersiapkan pondasi-pondasi ini dalam kehidupan kita maka kita akan kokoh menghadapi goncangan dalam kehidupan kita.

Pada kesempatan ini kita akan membahas salah satu pondasi yang mendukung kehidupan kita, yaitu pondasi keuangan. Seperti pepatah yang mengatakan bahwa UANG BUKAN SEGALA-GALANYA , TETAPI SEGALA-GALANYA BUTUH UANG . Jadi selama kita masih menjadi umat biasa , kita tetap memerlukan uang untuk mendukung kehidupan kita. Selama kita dapat menjaga keseimbangan dalam hidup kita sehingga kita tidak menjadi budak dari uang dan dapat menjadi tuan dari uang itu sendiri , hal ini tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Buddhis.

Untuk mendapatkan uang dalam kehidupan kita ada beberapa cara yang dilakukan oleh manusia , dapat bekerja dengan menjadi pegawai (baik swasta atau pemerintahan, baik perusahaan ataupun perorangan), menjadi pemilik usaha ataupun menjadi investor. Untuk menjadi pegawai, pemilik usaha atau investor , seseorang butuh skill (ketrampilan) , knowledge (pengetahuan) dan attitude(sikap) yang baik . Ketrampilan dan pengetahuan ini bermacam-macam, baik yang didapat secara alami, maupun yang didapat dari pendidikan secara umum maupun khusus.

Tingkat ketrampilan, pengetahuan dan sikap yang baik ini akan menjadi penentu dalam dalam keberhasilan hidup kita .

Pilihan untuk menjadi pegawai, pemilik usaha atau investor adalah pilihan hidup masing-masingKarena setiap pilihan mempunyai konsekwensi tertentu , setiap pilihan ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Pada kesempatan ini saya akan membahas apa yang harus dilakukan untuk memulai suatu usaha. Untuk memulai suatu usaha ada beberapa hal yang harus dipersiapkan , yaitu :

  1. Jenis usaha
    Unuk memilih jenis usaha yang akan dijalani, ada beberapa pilihan, yaitu:
    1. Usaha baru berdasarkan hobi
      Kita dapat memulai suatu bisnis dengan mengembangkan ketrampilan yang dimiliki sesuai dengan hobi kita, misal : memasak, menjahit, merangkai bunga, bertukang, dll untuk mengembangkan bisnis sesuai hobi ini, kita harus benar-benar trampil tidak hanya sekadar mengenal saja.
    2. Usaha duplikasi (contekan)
      Untuk menjalankan suatu usaha kita dapat juga menduplikasi usaha yang sudah ada. Duplikasi ini dapat lakukan dengan belajar dari keluarga, teman,perusahaan tempat kita bekerja atau dari orang lain yang sudah sukses menjalankan usaha tersebut. Karena cukup banyak orang-orang sukses yang sebelumnya adalah seorang pegawai. Jadi bekerja dapat dijadikan langkah awal untuk memulai suatu usaha.
    3. Usaha waralaba
      Pada prinsipnya usaha waralaba ini hampir sama dengan usaha duplikasi di atas, tetapi yang membedakan adalah kita tidak perlu menghabiskan waktu untuk mempelajari seluk-beluk
      usaha tersebut karena yang punya usaha sudah membuat suatu sistem yang dapat diduplikasi, dari jenis usahanya hingga cara mengelola usaha tersebut, yang dibutuhkan adalah permodalan untuk menjalankan usaha tersebut. Saat ini banyak usaha waralaba yang ditawarkan tetapi kita perlu berhati-hati, karena tidak semua waralaba yang ditawarkan itu menguntungkan.

      Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih jenis usaha, yaitu:

      1. Apakah kita menyukai usaha tersebut?
        Untuk menjalankan suatu usaha dengan baik sebaiknya kita menyukai jenis usaha tersebut apalagi usaha yang dijalankan berdasarkan Hobi, ini akan lebih mendukung karena kita bisa menjalankan usaha sekaligus menjalankan hobi kita.
      2. Apakah kita sampai mampu menjalankan usaha tersebut?
        Untuk menjalankan suatu usaha kita harus punya kemampuan untuk menjalankannya, baik untuk bidang jasa.
  2. Modal usahaUntuk menjalankan suatu usaha pasti diperlukan modal. Besar atau kecilnya modal yang
    dibutuhkab sesuai dengan jenis dan skala usaha yang akan dipilih.
    Modal usaha yang berasal dari:

    1. Milik Sendiri
      Tidak semua orang berasal dari keluarga berkecukupan dimana untuk memulai suatu usaha mereka dapat mengandalkan bantuan dari keluarga.Bagi orang-orang yang bukan berasal dari keluarga berkecukupan, mereka haus mengumpulkan uang sedikit demi sediki yang nantinya bisa dipakai sebagai modal usaha.

      Sebetulnya dengan kita menabung dan mengumpulkan uang sedikit demi sedikit yang nantinya bisa dipakai sebagai modal usaha. Sebetulnya dengan kita menabung dan mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dapat dianalogikan seperti kita sedang membangun pondasi keuangan dalam kehidupan kita.

    2. Pinjaman Pihak lain
      Permodalan suatu usaha dapat juga berasal dari pinjaman pihak lain, baik dari perseorangan maupun dari lembaga keuangan (Bank, koperasi dll).

      Dalam menjalankan usaha yan permodalannya berasal dari pinjaman pihak lain ini, kita harus berhati – hati dalam mengelolanya dan mengembalikan pinjaman tersebut sesuai dengan perjanjian, kita harus bisa menjaga kepercayaan yang diberikan kepada kita.

  3. Ketrampilan mengelola usahaUntuk mengelola suatu usaha diperlukan ketrampilan untuk menunjang kesuksesan usaha tersebut.Beberapa ketrampilan yang harus dimiliki dalam menjalankan usaha adalah:
    1. Pengetahuan tentang sales dan marketing
    2. Pengetahuan tentang managemen
    3. Pengetahuan tentang perpajakan

Jadi untuk menjadi seorang pemilik bisnis yang baik banyak hal yang harus bisa.

BISNIS ADALAH SUATU PROSES, BUKAN SESUATU YANG INSTAN!!!

SELAMAT MENJADI SEORANG PEMILIK USAHA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>