Perencanaan Kehidupan

Pernahkah kita membuat perencanaan dalam menjalani kehidupan kita? Kebanyakan orang kurang begitu peduli dengan perencanaan kehidupan, mereka menjalankan kehidupan seperti apa adanya , mengalir begitu saja , sehingga banyak orang mengalami masalah dalam kehidupan mereka, baik itu masalah keuangan, sosial, kesehatan maupun masalah dalam kehidupan spiritual mereka, sekarang ataupun pada masa tua mereka .

Tidak sedikit orang-orang tua yang terlantar dalam menjalani sisa kehidupan mereka, baik kekurangan dalam masalah materi maupun kekurangan dalam aktivitas menjalani kehidupan di hari tua mereka , mereka merasa kesepian karena anak-anak mereka sudah berkeluarga dan jarang berkumpul dengan mereka . Tetapi masalah kehidupan ini bukan hanya menimpa orang-orang tua, juga dialami oleh anak-anak muda, seperti masalah pengangguran, keuangan, kesehatan bahkan masalah mental.

Bagaimana kita menjalani kehidupan ini?

Sebagai seorang Buddhis kita percaya, bahwa kita memiliki karma kita sendiri, mewarisi karma kita sendiri, lahir dari karma kita sendiri, berhubungan dengan karma kita sendiri dan terlindung oleh karma kita sendiri, jadi karma apapun yang kita buat, baik atau buruk itulah yang akan kita peroleh .

Jadi segala sesuatu tergantung pada diri kita sendiri , karena kita yang menentukan kehidupan kita.

yang terpenting dalam menjalankan kehidupan ini adalah bagaimana kita membuat perencanaan dan bagaimana kita membina diri kita sehingga kita siap menghadapi semua permasalahan yang akan timbul di dalam kehidupan kita .

Hal-hal penting yang harus kita rencanakan dan kembangkan dalam kehidupan kita adalah :

  1. Pengembangan intelektual
  2. Pengembangan finansial (keuangan)
  3. Pengembangan Kesehatan
  4. Pengembangan Spiritual
  5. Pengembangan Sosial

Hal ini sejalan dengan pemikiran Buddhis, dimana Buddha pernah memberikan jawaban atas pertanyaan seorang umat berumah tangga yang bernama Dighajanu tentang hal-hal yang menunjang kebahagiaan .

Buddha berkata kepadanya bahwa ada empat hal yang mendukung kebahagiaan manusia di dunia ini,yaitu :

  1. Ia sebaiknya trampil , efisien, bersungguh-sungguh dan bersemangat dalam menjalankan profesi apapun yang dia jalani, dan ia sebaiknya memahaminya dengan baik
  2. Ia sebaiknya melindungi penghasilannya, yang telah ia dapatkan dengan benar
  3. Ia sebaiknya memiliki teman-teman baik yang jujur, terpelajar, mulia, bebas, dan pandai, yang akan menolongnya sepanjang jalan yang benar dan jauh dari kejahatan.
  4. Ia sebaiknya berbelanja dengan masuk akal, sesuai dengan penghasilannya, tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Sekarang coba kita bahas mengapa kita harus mengembangkan kelima hal tersebut diatas:

  1. Pengembangan IntelektualMengapa kita harus mengembangkan intelektual kita?
    Banyak manfaat yang akan kita peroleh dengan berkembangnya intelektual kita, seperti lebih mudah dalam mencari teman sehingga memudahkan kita untuk membangun suatu networking (jaringan) dalam kehidupan kita, lebih memudahkan kita dalam mengembangkan karier kita baik sebagai karyawan maupun sebagai pengusaha sehingga memungkinkan kita untuk mendapatkan pengembangan keuangan yagn lebih baik dalam kehidupan kita.
  2. pengembangan Finansial (Keuangan)Sebagai umat biasa kita tentu memerlukan uang dalam menjalankankehidupan kita , walaupun ada pepatah yang mengatakan bahwa UANG BUKAN SEGALA-GALANYA, tetapi pada kenyataannya SEGALA-GALANYA BUTUH UANG. Sebagai umat Buddhis, bolehkah kita menjadi kaya?Tidak ada larangan untuk menjadi kaya, tetapi yang harus menjadi perhatian kita adalah kekayaan atau materi itu adalah alat kita dalam menjalani kehidupan ini, jadi jangan sampai kekayaan atau materi itu yang menguasai kita sehingga kita menjadi budak dari kekayaan kita.Buddha menganggap kesejahteraan ekonomi sebagai suatu syarat bagi kenyamanan manusia, tetapi pengembangan moral dan spiritual adalah syarat bagi kehidupan yang bahagia, damai, dan memuaskan.

    Hal lain yang perlu diingat adalah segala sesuatu yang kita punya sekarang ini adalah HAK PAKAI bukan HAK MILIK, karena segala yang kita punya sekarang ini tidak akan kita bawa pada waktu akhir kehidupan kita .

    Jadi bijaksanalah dalam menggunakan kekayaan atau materi ini dalam kehidupan ini.

    Sebagai generasi muda, apa yang harus kita lakukan dalam mengembangkan finansial kita ?

    Selain pengembangan intelektual yang memungkinkan kita untuk mendapat finansial yang cukup , kita juga harus tahu bagaimana mengelola hasil yang kita peroleh tersebut sehingga tidak habis begitu saja .

    Pada intinya penghasilan kita dapat di bagi menjadi beberapa pos, yaitu:

    1. Untuk memenuhi kebutuhan (NEED)
    2. Untuk memenuhi keinginan (WANT)
    3. Untuk mebayar kewajiban kita (HUTANG)
    4. Untuk tabungan
    5. Untuk investasi

    Pos yang terakhir adalah investasi, ini cukup penting kita perhatikan karena kita berharap mempunyai dana yang cukup dalam menjalani hari tua kita, jadi sebagian penghasilan kita harus kita cadangan untuk investasi yang kita harapkan dapat menjadi bekal kita nanti dalam menjalani hari tua, investasi ini bisa berupa deposito, properti atau saham dan berbagai instrumen investasi lainnya.

    Hal ini sejalan dengan apa yang pernah dijelaskan oleh Buddha kepada pemuda Sigala tentang menyimpan uang dan membelanyakannya, saat itu Buddha menjelaskan untuk membelanjakan seperempat penghasilannya untuk kebutuhan sehari-hari, menginvestasikan setengahnya dalam bisnis dan menyimpan sisanya untuk keadaan darurat.

    Dalam kehidupan ini kita harus berusaha untuk hidup berdasarkan kebutuhan, jadi kita hanya membeli sesuai dengan kegunaanya saja, bukan untuk bermewah – mewah, jadi jangan hidup berdasarkan keinginan karena tidak akan pernah ada batasnya, sehingga akan membuat kita susah
    Selain itu dalam kondisi kehidupan sekarang ini, kita tidak terlepas dari hutang, walaupun salah satu kebahagiaan yang diajarkan oleh Buddha adalah jika tidak punya hutang, terkadang kita harus berhutang, seperti kredit rumah, atau membayar pemakaian kartu kredit, jadi sebagian penghasilan kita sudah harus dibagi untuk memenuhi pos ini.

    Pos selanjutnya adalah tabungan, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi dalam kehidupan kita, makanya kita harus punya dana cadangan yang bisa kita gunakan sewaktu-waktu jika kita mengalami permasalahan yang memerlukan uang .

    Hal lain yang bekaitan dengan ekonomi yang pernah dijelaskan Buddha adalah ketika Buddha memberitahu Anathapindika tentang empat jenis kebahagian yang dijalani oleh umat awam yang menjalani kehidupan berkeluarga, yaitu :

    1. Kebahagiaan menikmati keamanan ekonomi atau kekayaan yang cukup yang diperoleh dengan cara yang adil dan benar.
    2. Kebahagiaan membelanjakan kekayaan itu dengan bebas oleh dirinya sendiri , keluarganya, teman, saudaranya, dan untuk perbuatan jasa
    3. Kebahagian terbebas dari hutang
      Kebahagiaan menjalani hidup tanpa cela dan suci tanpa melakukan kejahatan daam pikiran, perkataan atau perbuatan.

    Dari penjelasan diatas ketiga kebahagian pertama adalah berhubungan dengan ekonomi.

  3. Pengembangan KesehatanSelama kita sehat , kita kurang memperhatikan kesehatan kita, tetapi begitu mendapatkan penyakit, baru kita menyesal , mengapa tidak kita cegah sebelumnya .Inilah pentingnya kita harus menjalani pola hidup sehat, baik dari segi makanan, olahraga maupun istirahat yang cukup.
    untuk megetahui pola hidup sehat kita harus banyak belajar, baik itu ikut seminar – seminar kesehatan maupun membaca buku-buku dan artikel kesehatan karena kesehatan merupakan dasar dari segala kehidupan kita, karena kalo kita sakit bagaimana kita menjalani kehidupan dengan optimal
  4. Pengembangan SpiritualKita harus membangun keseimbangan dalam hidup kita, selain kita mengembangkan diri kita dalam hal-hal yang besifat fisik, kita juga harus mengembangkan mental kita.Dalam hal ini kita dapat belajar Dharma sehingga kita mengerti hakikat kehidupan sesungguhnya dan melatih meditasi sehingga kita dapat melatih pikiran kita , sehingga kita akan siap dalam menghadapi segala permasalahan kehidupan.
  5. Pengembangan SosialPada hakikatnya kita adalah mahluk sosial yang tidak bisa terlepas dari orang lain. Kita membutuhkan orang lain dalam menjalankan kehidupan ini , sehingga kita harus belajar untuk bisa mengerti orang lain. Dengan mengerti kehidupan orang lain , kita dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain sehingga kita dapat melatih diri kita bagaimana untuk memberikan empati dan berbagi kepada mereka.

Bagaimana Kita Menerapkan Semua Itu Dalam Kehidupan Kita?

Akan sangat baik jika kita bisa mengembangkan kelima hal tersebut secara bersamaan dalam kehidupan kita.

Tetapi jika tidak , kita dapat membuat prioritas sesuai dengan kepentingan kita masing-masing.

Untuk umat biasa mungkin dapat membuat prioritas lebih untuk pengembangan intelektual dan finansial tetapi tidak meninggalkan pengembangan ketiga hal yang lain.

Tetapi dengan berjalannya waktu , kita harus mempunyai target kapan prioritas kita akan berubah, karena kita juga harus memikirkan pengembangan batin kita , setelah mencapai usia tertentu pengembangan intelektual dan finansial kita mungkin kita kurangi tetapi pengembangan ketiga hal yang lain kita prioritaskan .

Untuk teman-teman yang lebih mementingkan spiritual dan sosial mungkin bisa membuat prioritas yang berbeda.

Dengan membuat perencanaan hidup yang baik, maka kita akan dapat menjalankan kehidupan dengan baik, sekarang atau di masa tua kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>