Arti Sebuah Nama

Kelahiran sebagai anak perempuan plus cucu perempuan pertama di dalam satu keluarga besar, membawa dampak yang berkepanjangan dalam seluruh hidupku. Dalam kegembiraannya, ayahku memberi nama yang sudah dipersiapkannya untuk anak perempuannya. Ibu yang tidak setuju, secara diam-diam memberontak dengan membuat nama panggilan yang berbeda. Kakek idem dengan ibu, tetapi dengan nama panggilan yang berbeda. Alhasil, sejak kecil, aku sudah terbiasa untuk menyahuti panggilan atas tiga nama yang berbeda.

Keluarnya peraturan pemerintah tentang penggunaan nama indonesia bagi WNI keturunan tionghoa membuat muncul satu nama Indonesia lagi pada usiaku yang memasuki tahun kedua. Kerepotan ternyata masih belum selesai. Memasuki usia sekolah, didaftarkanlah aku dengan nama yang, astaga, lagi-lagi berbeda dengan akte kelahiran maupun surat ganti nama. Ironisnya, saat itu pengetahuan orang-orang akan urgensi nama tidak terlalu mendalam, maka sejak itu aku punya ijazah dari SD sampai perguruan tinggi yang namanya berbeda dengan nama di akte kelahiran maupun surat ganti nama.

Kerepotan yang terjadi untuk masalah nama ini sama sekali tidak menyenangkan. Menamatkan SMA, aku harus pergi ke Pengadilan untuk mengesahkan namaku agar bisa memasuki perguruan tinggi. Sampai saat ini, aku dikenal dengan nama yang berbeda di tempat-tempat yang berbeda pula. Setiap pertukaran pembantu baru, pasti ada masa di mana aku dinyatakan tidak dikenal di rumahku sendiri. Sampai-sampai ada teman yang menyatakan aku seperti seorang teroris yang menyamar.

Saat ini, kerepotan telah berlalu, urusan nama-nama sudah selesai. Aku menikmati omelan teman yang mencariku di kantor, tapi di sana dinyatakan tidak dikenal oleh receptionist. Mungkin nanti akan timbul lagi kerepotan baru jika aku ingin melanjutkan pendidikan, atau saat meninggal nantinya.

Seorang teman dari tanah jawa pernah mengalami malu hati karena nama. Ketika ia pindah tugas ke daerah, ia mendapatkan bahwa namanya di sana berarti alat kelamin pria. Teman-teman yang bandel selalu memanggil-manggil namanya tanpa urusan penting, dengan alasan bisa ngomong jorok tanpa dosa. Untung teman saya itu punya mental baja sehingga tetap dapat tersenyum riang sampai teman-teman lainnya bosan.

Urusan nama memang bikin ribet. Shakespeare memang pernah bilang, apalah arti sebuah nama. Bunga mawar akan tetap harum meskipun bernama lain. Meskipun demikian, tentu menjengkelkan jika, misalnya, punya nama yang sama dengan bintang porno ternama. Jadi dapat dipahami, walaupun persentasenya sangat kecil, permohonan orang ke Pengadilan untuk mengganti namanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>