Mengapa Bicara Tentang Keuntungan?

Ketika berbicara tentang keuntungan, orang memikirkan dirinya; tetapi orang yang baik dan benar akan memikirkan kebaikan bagi semua orang.

Berikut adalah cerita tentang Mencius pergi menghadap Raja Hui dari Liang. Raja Hui berkata: “Guru yang mulia, karena Anda datang dari jauh, saya kira Anda punya nasehat hebat yang akan menguntungkan kerajaan saya?”

Mencius menjawab: “Mengapa Yang Mulia bicara tentang keuntungan” Orang seharusnya hanya bicara tentang kebaikan dan kejujuran. Jika seorang raja berkata, “Bagaimana kerajaanku bisa memperoleh keuntungan?”. Seorang yang terhormat akan berkata, “Bagaimana keluargaku bisa mendapat keuntungan?”. Orang biasa juga akan berkata, “Bagaimana aku bisa mendapatkan keuntungan?”. Maka setiap orang dari kalangan atas hingga bawah akan saling bertikai demi keuntungan dan negara akan terancam.

Seperti seorang adipati dengan seribu kereta perang membunuh raja dengan sepuluh ribu kereta perang. Dan raja dengan seratus kereta perang membunuh adipati dengan seribu kereta perang. Seorang bisa puas memiliki seribu dari sepuluh ribu, atau seratus dari seribu, atau satu dari sepuluh. Tapi bila ia mengutamakan keuntungan daripada kebenaran, ia takkan pernah puas sebelum mendapatkan segalanya.

Kebaikan yang agung berasal dari kebaikan dan kebenaran. Tak pernah ada orang baik yang mengabaikan orang tuanya. Tak pernah ada orang yang benar yang mengabaikan rajanya. Karena itu, Yang Mulia harus bicara tentang kebaikan dan kebenaran saja. Untuk apa bicara tentang keuntungan?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>